JANGAN MENYALAHI PRINSIP DALAM PERJALANAN.

Semarang, 14 Januari 2011

Entah mana yang kurang benar, saya tidak tahu. tapi paling tidak cerita ini kemudian muncul.

Tepatnya pada tanggal 9 Januari 2011,ada seromobongan orang yang berjumlah 11 orang menaiki mobil Cerry hendak bertamu ke rumahku di Desa Dukuh Bangsa RT/W : 06/03 Jatinegara Tegal. waktu itu katanya berangkat dari rumahnya jam 07.00. Karena mau ada tamu, satu mobil lagi, makannya aku dan ibuku pagi-pagi berbelanja ke pasar, buat keperluan untuk di masak maupun jajanan buah-buahan sekedarnya untuk dijadikan suguhan, dan beberapa untuk diparsel kemudian dibawakan pulang sebagai oleh-oleh atau untuk makan ringan di mobil dalam perkjalanan pulangnya nanti. Tak lupa aku ke sana ke mari menjemput paman-bibiku baik dari pihak ibu maupun bapak untuk ke rumahku, menemui tamu yang dari Semarang itu.

Sesekali dari pihak rombongan mengabari sudah sampai mana perjalanannya, sesekali aku juga menanyakan hal yang sama. Dan pada akhirnya rombongan itu sampai di rumahku kurang lebih jam 15.00. Ini merupakan waktu yang lama beberapa jam dari standard perjalanan dari rumahnya ke rumahku. Kenapa bisa mulur beberapa jam? Tentunya ada kendala di jalan, dan kendala inilah yang kemudian mengantarkanku pada adanya tulisan ini.

Ketika aku menanyakan lewat telephone ternyata mereka sudah sampai terminal Kecamatan Dongkal Kabupaten Pemalang, dan sudah pastinya mereka bertanya route ke ruimahku. Akupun menjawab, “kalau Njenengan sudah di terminal Dongkal berarti lurus saja nanti setelah traffic light ke dua dari terminal itu ada pertigaan belok kanan.” (Sebetulnya di situ juga sudah ada arah papan dari Dinas Perhubungan, cuma sedikit tertutup oleh daun pohon nangka warga Dan katanya masih di areal situ salah satu dari mereka telephone ke aku menanyakan kembali akan kebenaran dari arah yang aku berikan, dan aku pun menjawab dengan “ya betul dari pertigaan tadi ke kanan nanti menuju ke Jatinegara.” Tapi tak disangka mereka kebablasan dan kemudian kebingungan, aku tahu kalau mereka kebablasan karena mereka menelponku tentang keberadaannya, dan setelah itu mereka memutuskan untuk balik lagi ke pertigaan sebelumnya, dan akupun menyanggupi untuk menjemputnya di pertigaan itu. Tapi setelaah aku sampai di pertigaan untuk menemuinya, ternyata mereka tidak ada di situ karena mereka balik ke pertigaan TIDAK MEMAKAI JALAN YANG TADI DILEWATI SEBELUMNYA.Ini salah satu dari dua sumber kendala kenapa mereka terlambat ke rumahku, karena sumber yang pertama adalah KENAPA DALAM SITUASI PERJALANAN DAN MEREKA TAK TAHU ARAH (walaupun sudah dipandu lewat telephone oleh saya) MEREKA TIDAK BERTANYA PADA ORANG YANG ADA DI SEKITAR PERTIGAAN. (Kapanpun dan dimanapun yang namanya orang belum tahu sudah sepantasnya kalau ada jalan panah, pertigaan, atau perempatan, atau apa lah mbok yaha bertanya pada orang di sekitar, karena kalau salah ambil jalur, maka titik itu adalah kilometer pertama dari kesalahannya).

Inilah dua kesalahan dari rombongan itu, seandainya saja mereka tidak melupakan prinsip dalam berperjalanan (apalagi perjalanan itu baru ia alami) JANGAN MALU BERTANYA BIAR TIDAK SESAT DI JALAN, KARENA MALU BERTANYA MAKA ROMBONGAN ITU SESAT DI JALAN.

 

Comments are closed.