Kalau jodoh takkan ke mana

 

Benar juga apa kata orang,

Kalau jodoh takkan ke mana

Semarang, 30 Desember 2010

di suatu desa yang terpencil, dingin dengan awan berarak, berkabut tebal sama dengan istilah lautan kabut bercampur rintik embun, bertebing curam, naik turun, dan sering sekali orang beduyun-duyun pergi dan kembali ke sawah-sawah dan lading-ladang mereka, lading sayuran, ada kentang, jagung, kubis, cabai, dan banyak lagi yang lain. dan di desa itulah aku di tempatkan ketika KKN dulu.

aku berempat, dua perempuan dan dua laki-laki, dengan aku sebagai ketuanya Kalau malam udara dingin begitu terasa, walau diselimuti kasur sekalipun tetap saja tembus, ugh benar-benar desa yang sangat-sangat alami, belum tersentuh denganaroma kota. Hampir setiap rumah mempunyai tungku perapian untuk menghangatkan badan sekaligus alat untuk memasak, dengan di atasnya terdapat tempat makanan yang untuk dikeringkan sekaligus sebagai tempat menyimpan bekal makanan kering, sepeerti jagung dan lainnya.

masyarakatnya ramah sekali dengan penuh penilaian bahwa aku dan teman-teman adalah orang dari kota yang terdidik dan tahu segala hal, modern dan segala penilaian wah tentang kami, maklum kami mahasiswa dan mereka hanyalah warga desa yang bahkan kebnanyakan sekolah Dasar pun tidak selesai.

usia nikah merekapun tergolong amat sangat muda, yang laki-laki terkadang antara umur 17 Tahun sudah punya anak, dan yang lelaki, ada juga yang usia 12 Tahun sudah menyandang sebagai ibu dan pujnya anak. wah benar-benar masyarakat yang tak neko-neko dengan hidup, asal badan sehat dan kuat untuk bertani, maka nikah bukanlah hal yang susah untuk dijalani.

dan apakah mereka hidup dalam kekurangan dan susah? Tentunya ini yang unik mereka adalah masyarakat dengan berlijmpah hasil pertanian, walaupun mereka jarang yang mempunyai uang berlebih, walau di antara mereka berekening bany dengan saldo deposit yang lumayan bias buat beli mobil, ada yang kaya.

di desa itu aku dan teman-teman membuat program kerja ala mahasiswa yang sedang KKN, yang bisa tentang agama mengisi kegiatan dengan agama, yang biasa berorganisasi membuat program tentang kemaslahatan social, seperti halnmya membuat organisasi karang tarun, yang bisa olah raga, membuat lapangan olah raga (he he tanah sih tanah desa) dan beli alat-alatnya sekalian, dan sebagainya dan sebagainya, pokoknya aku merasakan benar-benar hidup dengan suasana baru yang menyenangkan. Oh ya satu lagi, di sana signalnya susaaaaah banget, sampai harus pakai antenna segala, dan itupun belum tentu ada signal yang mampir, ugh

 

tahu gak satu dua tiga hari aku tidak mandi, airnya dingiiiiiin buanget, dan parahnya lagi dalam tiga hari pertama aku harus kuat menahan untuk tidak ke belakang, klosetnya tidak ada airnya dan kotorrrrr buanget, dan hanya dipagari pakai kandi saja, apa lagi kamar mandinya terbuka, aaaahhhh……

Tapi itulah kenyataannya, mau tidak mau harus aku alami, berapa hari? empat puluh lima hari!!!!!!! Mmmm…. membosankan, tapi itu awalnya dan…………

 

baru beberapa hari berselang aku merasakan kerasan juga di sana, walaupun terkadang menjengkelkan, why…. why…..?

Ceritanya di sana aku kan berempat, dua cewek dan dua cowok, cewek yang satu masih sendiri belum punya cowokn dan cewek yang satunya sudah punya cewek, temanku yang cowok sudah punya cewek dan aku? Tentu saja belum punya, he he, Jomblo dari lahir!!!!!

Ah hamper tiap hari kami sering jalan-jalan entah jalan-jalan di sekitar desa maupun berkunjung ke kelompok di desa yang lain, bahkan terkadang pergi refreshing dengan ibu bapak kost ke perkebuna, ke gi=unung dank e tempat-tempat yang lain.

dan ternyata temenku, cewek yang sudah punya teman lelaki sering sakit gigi, dan tentunya sebagai ketua aku harus mau berkoban waktu dan tenaga untuk kesembuhannya, dengan jalan-jalan ke mana-mana mencarikan obat, tapi aku merasa condong dengannya, dan diakan sudah punya cowok, makannya ketika aku menyadari itu aku sedikit kesal, apa lagi kalau ia lagi telpon-telponan dengan cowoknya di malam hari, ugh kesal rasanya. Tapi akupun sering ditelpon sama cewek ding, dan aku pura-pura menikmati telpon-telponan cewek yang satu kelompok dengaku juga merasa kesal, loh apa sebabnya? Nah ini nih, karena ku melihat ia sedikit gimana gitu ma aku, dan akupun merasa gimana gitu sama dia, mmmmmmmmm hari-hari yang terkadang susah dan terkadang menyenangkan.

Sebenarnya aku menjomblo bukan berarti aku tidak ada yang suka, tapi karena aku merasa belum ada yang pas buat dijadikan istri aja sih. Ada beberapa cewek yang suka ma aku, salah satunya cewek kampus dan dia ditempatkan di kecamatan sebelah, akupun  pernah berkunjung ke tempatnya satu dua kali, he he mau utang, uangku habis, dan aku ke sananya sama teman-temanku satu kelompok, termasuk cewek yang sudah punya cowok itu, dan aku berboncengan dengannya. Wuuuhhh. dan hari- hari kami lalui dalam kebersamaan kegiatan di masyarakat,  tanpa terasa pada hari itu kami sudah menginjak waktu untuk pulang berKKN.

Aku yakin cewek itu sedih, apa lagi aku menyinggjung pembicaraaan bahwa, mungkin kita jarang bertemu lagi nanti, ooohhh dia sedih

 

tapi setelah beberapa hari kami sudah berada di kampus, dia mempersiapkan ujian skripsinya dan aku mempersiapkan cari-cari nilai mata kuliahku, di masa-masa itu pula aku yakin kami saling sama-sma merindukan untuk mengobrol bersama lagi, dan singkat cerita ketika malam aku bercerita tentang cewek itu kepada temanku, temanku mengambil kesimpilan bahwa aku suka sama dia, Ugh sial dia tahu lakau aku suka sama cewek itu.

entah kapan waktunya aku tidak tahu yang jelas temanku ngobrol ke cewek itu kalau sebenarnya kau suka sama dia, dan dia hanya tersenyum-senyum yang kemudian disimpulkan oleh temenku bahwa ternyata cewek tiu juga suka ke aku

pagi itu aku ke kampus mengambil surat untuk meminta nilai ke Tu di kampus, dan di lantai tiga, cewek itu lagi nunggu giliran tes skripsi, dan entah kenapa aku menemuinya, dan teman-teman yang lain yang melihat aku menemunia serentak menyimpulkan bahkan ada yang ngomong kalau aku CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali), karena aku dan cewek itu dulu memang sempat digosipkan. Bahkan sebelum pembagian kelompok KKNpun temen-temen yang lain juga dia dan cewek yang satunya yang sama-sama suka ke aku bercanda-canda “ kira-kira nanti zamroni sama siapa ya” dan ketika pembagian itu tiba, ternyata aku sama si S itu, wah kemudian si M pun mengatakann ke si S “selamat-selamat”. Dasar pura-pura Si S pun menjawab “ apa kamu tukeran sama aku, kamu yang sama sizam”, ah pokonya pura-pura saling tidak ingin denganku walaupun di antara keduanya dalam hati dan sudah sama-sama tahu bahwa: ia saling menginginkan satu kelompok denganku.

kembali ke ruang kampus lantai tiga, kemudian aku turun untuk pulang ke kost, eh ternyata dia tutun juga katanya mau ambil buku t=referensi skripsi yang tertinggal di kamarnya, dan ketika itu pula aku bilang sama dia, nanti setelah ujian skripsi kita main ke tempat V yuk (V itu cewek yang satunya yang satu kelompok KKN dengan aku dan dia)? Diapuin setuju.

 

dan siang itupun aku menunggunya di Mall, aku menunggunya lama, dan ternyata diapun sudah menunggu aku di sana, kami salaing menunggu tak begitu berjauhan. dan stelah ketemu, kamipun sama-sama ke rumahnya V untuk buat makanan yang waktu KKN belum sempat di buat. setelah beberapa jam dilewati akhirnya, kami ngobrol di Sofa dan di situlah ada kata-kata yang membuat aku jadian sama dia (Aku berani mengatakannya karena ternyata ia sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan cowokny, ia memutuskan cowoknya itu karena sebenarnya ia tidak menyukainya sejak awal, dan ketuka dicoba untuk mencintai tetap tidak bisa). Jam sudah menunjukan pukul  18 kurang, kamipun pamit dan Si V ternyata ingin nginep di tempatnya S, akhirnya motor satu dinaiuki kami bertiga, setelah sampai tengah-tengah perka=jalanan ban motor bocor, akhirnya mereka aku suruh naik mobil saja, dan aku menuntun motor sampai ke bengkel.

 

 

 

Comments are closed.