Mereka menghadapi dunia dengan selalu gembira

Mereka menghadapi dunia dengan selalu gembira

Semarang, 29 Desember 2010

di tahun 2007 kampusku mengadakan program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang dulu namanya Kuliah Kerja nyata (KKN).  ya …. sudah bias ditebak akupn di tempatkan di pedesaan dengan sarana yang serba sederhana ala warga desa pada umumnya, menjadi tamu agung (kan mahasiswa), bahkan kalau mencari SIMPEDESpun (Simpanan Pedesaan = cewek desa, kembangnya desa) kemuingkinan besar tidak sulit, lagi-lagi karena aku seorang mahasiswa, calon sarjana.

udaranya begitu dingiiiiiiin, berkabut, di mana-mana yang tampak pemandangan hijau bertebing, berbukit,, naik turun jalannya dan pastinya dipenuhi dengan areal persawahan, lading para warga desa. di setiap rumah sudah pasti ada tungku penghangat badan, dengan meja dan kursi kecil dan pendek-pendek, dan diatas tungku terdapat barisan bamboo atau apa lah untuk menaruh jagung dan hasil panen lainnya untuk dikeringkan juga sebagai bekal setiap harinya, ketika berkumpul di ruang itu begitu asyiknya bercnda, tertawa lepas, sambil menikmati suasana yang begitu ikhlas dalam berkehidupan. Mereka tak berpikir banyak tentang bagaimana harus berkejar-kejaran dengan waktu demi uang, toh makanan sudah ada di rumah masing-masing, tinggal menikmati saja yang ada sambil baaaaas buuuuus menikmati lintingan rokok. Ugh jujur aku iri dengan keadaan mereka, tenteram, penuh canda dan tawa, tak bergelut dengan waktu untuk mencari uang, mereka cukup bertanam, memelihara, menunggun dan panen, terus menikmatinya, sederhana tapi itulah inti dari hidup, disamping mencari bekal untuk ke “alam sana”.

walau begitu aku tidak serta merta dengan orang-orang yang banting tulang, berkejaran dengan waktu, untuk mencari uang, bersekolah untuk menjadi buruh di perusahaan, untuk menjadi wakil-wakil orang desa di parlemen, untuk menjadi pemberi aturan (katanya pemberi kebijakan), pengambol keputusan dalam anggaran, akh apa lagi ya, pokoknya masih banyak,. Tapi tanpa dipungkiri seandaiya bangsa ini semuanya menganut kehidupan ala orang desa itu, maka tidak mustahil negeri ini akan dijajah oleh bangssa lain, penjajahan yang nyata maupun tidak nyataaa di mata kita.

 

Comments are closed.