Karakter orang desa

Karakter orang desa

Semarang, 9 Juli 2010

Masa lalu adalah memang masa lalu, tapi masa lalu terkadang amat erat lekat di memory setiap insane dunia yang sehat akan idea. Begitu juga dengan diri ini, amat lekat sekali dengan masa lalu yang pernah sekian tahun terjadi pada diriku. Tepatnya seputar perempuan.

Ya perempuan itu adalah sosok hamba tuhan yang tak pernah lekang dimakan waktu untuk diingat. Aku pernah merasa jenuh dengan perihal seperti ini, tapi ketika itu juga diam-diam aku merasa ingin dekat-dekat denganya, ah sial, ternyata bias dikatakan aku kangen sama insane yang satu ini, perempuan. Bener-bener sial tatkala keinginan untuk bertemu demikian begitu tebalnya bingga yang terjadi adalah kegelisahan-kegelisahan yang lucu. Parahnya lagi ketika di diriku tertanam rasa gengsi untuk mengatakan apalagi utnuk memintanya bersamaku pergi ke suatu tempat sekedar untuk bersama, mengobati rasa kegelisahanku, tamba kangen. Ini memang aneh,tapi semua itu begitu nyata berada dalam kehidupanku.

 

Other tema

Belajar sedikit  dari hal-hal kecil persinggungan social

Aku anak desa, makanya aku tahu sekali bagaimana karakter orang dsa secara kolektif. Orang dsa itu adalah orang yang suka gotong royong, bahu membahu, dan yang paling menonjol adalah pasti tahu akan siapa dan bagaimana tentang tetangga baik lingkup RT RW atau Desa bahkan lingkup kecamatan sekalipun. Orang desa adalah pribadi yang tenang, berpikir sederhana tidak banyak neko-neko dan taat akan norma-norma yang berlaku di masing-masing komunitas. Masyarakat desa adalah prbadi yang  tak begitu terkena imbas dari krisis keuangan (masih bias makan) paling yang ia rasakan hanya harga sembako,pupuk obat pertanian dan segala hal tetek bengek yang berhub ungan dengan pertanian. Orang desa adalah insane yang ramah, tak pernah berpikir bahwa orang baru atau asing adalah orang yang harus dicurigai (entah itu sebagai maling, biang kerusuhan dan lain dan lainya). Orang desa adalah sedikit yang mencari duit dan hamper kebanyakan mereka bertanam. Orang  desa adalah pribadi yang taat dalam menjunjung tinggi agama, bahkan terkadang  norma agama masih ditambah dengan norma social masyarakat dalam menyikapi terjadinya peristiwa social. Seperi orang tidak berpuasa di bulan ramadhan itu sebenarnya soal agama , tapi mereka terkadang menghukumi, memberi sanksi bagi si pelaku tidak berpusa dengan sanksi social. Makanya dengan itu aku berprinsip BAGI AKU SEMUA HAL BOLEH AKU LAKUKAN SEMAUKU, ASAL JANGAN MELANGGAR RANAH AGAMA DAN JANGAN SAMPAI MENDATANGKAN SANKSI SOSIAL/INTINYA HUBUNGAN DENGAN TUHAN BAGUS, BEGITUPUN HUBUNGAN DENGAN SESAMA MANUSIA BEGITU INDAH.

Tapi saying, menurutku orang desa terkadang tak begitu menggunakan pemikiran yang dalam tentang hal-hal kecil. Orang desa terkadang menyuruh istrinya dengan tidak sopan dihadapan tamu yang biasa, tapi di hadapan tamu agung ia begitu menunduk-nundukan kepala. Parahnya orang desa  apabila tetangganya beli sesuatu  maka ia akan merasa sakit hati dan memusuhi orang yang baru beli sesuatu itu,. Orang desa terkadang apabila taetangganya membangun rumah yang tadinya dengan dinding bamboo atau kayu berubah dengan batu bata, maka ia akan merasa sakit perut, hatijnya marah tanpa alas an, dan lagi-lagi iaa memusuhi orang yang membangun rumah itu. Apabila tetangganya ke pasar dan ia melihat nya membawa sesuatu ke rumah, maka ia akan bernapas sesak di dadanya.

Aneh memang tapi itulah minimal  yang ada di karakter orang desa.

Sebenarnya tetangga mau bangun rumah, mau beli kulkas, mau beli emas, mau beli motor, mau beli sawah toh itu uangnya sendiri tanpa mengurangi uang siapapun, jadi kenapa harus sakit hati???????????????????kenapa harus memusuhi?????????????????kenapa harus mempermasalahkan????????????aneh, memang sungguh-sungguh aneh. Tapi itulah karakter oranag desa.

 

 

Comments are closed.