Hidup Memang Cuma Sebentar Saja.

Hidup Memang Cuma Sebentar Saja.

Semarang, 6 Januari 2011

Sahabatku yang baik, tentunya kita sudah sama-sama tahu bahwa hidup ini Cuma sementara dan pasti kita akan mati, dan aku tahu kalau engkau tahu akan hal itu, ini bukan berarti semata-mata aku mengingatkan apa yang semua orang sudah tahu semua tentang hal ini, tapi saya hanya sedikit saling mengingatkan bahwa kematian itu bukan serta merta mati meninggalkan jasad dan semuanya berhenti dan ini kemudian bisa kita semua maknai sebagai sunatullah, hukum alam, dan fase dari eksistensi sebagai manusia.

Sekali lagi semua orang sudah tahu kalau kita pasti akan mati, tapi paling tidak, tidaklah sedikit dari kita terkadang lupa bahwa kematian itu bisa datang kapan saja tidak menunggu kita harus menjadi tua secara usia dulu, tapi tak dapat kita ketahui kapan waktunya.

Kembali pada frase “hidup ini sebentar, sangatlah sebentar”. Tentunya dari kita ada yang masih teringat sewaktu kita masih suka minum susu, bahkan mungkin ada juga yang masih teringat ketika berumur 3 tahun sekalipun dan kini berada pada usia 27 Tahun. Ini menunjukan bahwa usia kita begitu singkat, karena toh usia kita sekarang seumpama 27 Tahun tapi masih ingat tatkala di usia 3 Tahun. Ini menunjukan bahwa dari mulai kita usia 3 Tahun sampai 27 Tahun bukanlah waktu yang begitu lama, karena kita masih ingat dalam posisi usia 3 Tahun. Ini dikatakan sebentar jika kita bandingkan dengan alam kekal, akhirat,alam after life. Dan kemudian 27 Tahun kita tambahkan lagi 27 Tahun kemudian, tentunya kita tahu 27 + 27 = 54 Tahun. Lima puluh empat tahun tentunya kita sudah tua, dan mungkin ada yang sudah sakit-sakitan, makan tidak semuanya enak, yang dulu suka bakso menjadi tidak suka lagi dan masih banyak lagi penurunan yang lain. 27 Tahun ditambah 27 Tahun kedepan yang kemudian menjadi 54 Tahun bukanlah waktu yang lama, ini kalau kita tentunya di posisi usia 27 Tahun masih teringat akan kenangan di usia 3 Tahun. Sebentar bukan? Dan waktu sebentar itu ditambah lagi 27 Tahun kedepan menjadi 54, sebentar bukan? Dan terus bertambah terus bertambah usia kita hingga bertemu dengan kematian. Ah hidup ini benar-benar sebentar.

 

Comments are closed.